Selasa, 20 September 2016

(Lagi) tentang PDT..

Pre-departure training adalah masa persiapan agar tidak terlalu kaget ketika sampai di Australia. Pola belajar Indonesia yang lebih cenderung memorizing jauh berbeda dengan metode analyzing yang diterapkan di universitas di Australia.

PDT dilaksanakan di IALF, Plaza Kuningan, Jl HRRasuna Said, Jakarta Selatan. Untungnya IALF ini berseberangan dengan STIE Perbanas jadi buat yang non-Jakarta bisa mencari kos-kosan di sekitarnya. Mahal? Ya pasti.. Apalagi kalo pembandingnya Palembang hehe..

Untungnya dari AAS menyediakan uang saku and akomodasi, yang pas-pasan banget untuk makan n sewa kamar. Well, tergantung pilihan juga sih, ada juga kos yang murah kalau mau.

Di PDT diajarin cross cultural preparation, cara berkenalan, hal yang gak boleh dibicarakan, cara pakai kamar mandi, dan banyaklah.. Juga persiapan akademik, cara buat essay, apa itu critical thinking, cara citation, and plus tips n' trik pake office (this is my most favourite part).

Tapi tujuan utama kami teteup supaya bisa dapat IELTS overall 6.5 dengan no band under 6.0. Ini syarat minimal supaya bisa diterima di universitas di Australia. Memang ada beberapa uni yang bersedia menerima di bawah skor itu, tapi inilah standar kelulusan PDT.

Disini saya belajar banyak tentang English (terakhir belajar pas SMA), cara belajar yang paling baik adalah menenggelamkan diri dalam English. Read in English, write in English, speak in English, think in English, bahkan kalo bisa dream in English. Dengan begitu English itu bukan lagi berasal dari your brain but from your heart. Jadi inget kalo dulu suka sekali langsung translate Indonesia-English, tanpa feel English. Pas dibaca sekarang tulisan yang dulu, mau ketawa..

Perjuangan kami berbuah manis. Sudah saya bilang kan kalo kami lulus semua satu kelas? Tapi ada bagian terbaik yang lain, sebagian besar kami dapat overall 7.0 bahkan ada yang 7.5. Luar biasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar