Jumat, 04 November 2016

You never know, no judge..

Ada orang yang merasa paham situasi orang lain lalu teriak-teriak seolah yang dilakukan orang tersebut salah dan perlu dibetulkan. Mereka hanya melihat apa yang tampak namun tidak tahu cerita di belakangnya.

Saya pernah membaca tentang seorang perempuan yang disebut orang sebagai hedonis karena memiliki banyak sekali koleksi sepatu. Mungkin tiap sepatu hanya bisa dipakai dua bulan sekali, itu pun kalo sepatunya beruntung. Orang-orang mulai mencibir dan menyebutnya konsumtif, berlebihan dan lain-lain.. pandailah orang mencari umpatan. Tapi mereka tidak tau bahwa beliau ini ketika masa kecilnya adalah satu-satu nya murid yang selalu ke sekolah tanpa alas kaki alias nyeker.

Hinaan yang ia terima ketika masa kecil ini membuatnya merasa terobsesi untuk memiliki sebanyak-banyaknya sepatu sebagai pelampiasan. Perilaku nya sebenarnya adalah penyakit psikis yang membutuhkan tindak lanjut. Tapi apapun itu, orang lain tidak berhak men-judge karena mereka tidak berada dalam posisi perempuan tersebut.

Saya pun mendapatkan judgement itu ketika akan memulai pendidikan ke luar negeri. Tega sekali meninggalkan anak-anak, ngejar karir, dan lain-lain.. sekali lagi pandailah orang mencari kata. Tapi mereka tidak pernah di posisi saya.. Tidak tahu bagaimana saya menangis melihat kakak saya menangis untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang S1.. Begging.. memohon. Hingga membuat saya membuang jauh-jauh harapan bisa melanjutkan sarjana setelah SMA.

Juga tidak ada yang tahu ketika Ebtanas di SMA saya sudah dipesani sama orang tua bahwa setelah tamat, bahwa saya harus bekerja dan menabung jika ingin kuliah.

Tapi Allah berkehendak lain, saya lulus D1 STAN yang kuliahnya gratis..

Walaupun anak D1 dipandang sebelah mata di tempat saya bekerja dan membuat saya terobsesi untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri. Dan Allah mewujudkan obsesi itu..

You never know, never judge..

Kini ketika umat Islam berdiri membela agama mereka ada juga yang nyinyir, segitu aja kok marah. Saya kira mereka harus belajar memposisikan diri terlebih dulu sebagai yang dihina. Kenapa masih ada yang membela, itu juga hak mereka, mungkin juga ada cerita dibalik itu..

Kita memakai kacamata dengan warna yang berbeda, bagaimana mungkin bisa memandang sesuatu dalam warna yang sama.

Jadi berhentilah sok tau karena anda tidak tahu.

You never know, never judge..




Tidak ada komentar:

Posting Komentar