Kamis, 15 September 2016

Menuju Beasiswa (2)


Lulus seleksi internal sebenarnya hanya tahap awal saja. Seleksi AAS sebenarnya dimulai ketika mulai mengajukan aplikasi online. Bagian terberat aplikasi ini adalah menuliskan proposal mengapa saya memilih jurusan tersebut, apa yang bisa lakukan untuk negara dan mengapa saya istimewa. Sebenarnya menjawab pertanyaan terakhir gak susah lah ya kalo buat update status (narsis… he2)

Unfortunately, kita harus menuliskannya dalam bahasa formal and the most hard part is in English (pake tanda seru!). Dalam urusan ini saya harus meng-acknowledge peran pak Adrian, Kepala Seksi di Kanwil DJP Sumsel dan Kep. Babel yg juga alumni AAS. Beliau mengkritisi aplikasi saya yang pertama yang menurut beliau berada di awang-awang, hanya khayalan belaka, fiksi (maaf pak, saya sebenarnya memang cerpenis sebelum menikah..)

Pak Adrian memberi gambaran seperti apa seharusnya aplikasi dibuat, realistis men.. Contoh, saya ingin DJP menjadi institusi perpajakan yang modern dan berwibawa, ini termasuk yang gak jelas, lu kira siapa elu..
Lebih masuk akal jika dibuat, saya ingin lebih bisa memahami standar akuntansi internasional sehingga bisa menganalisa laporan keuangan perusahaan multinasional.

Tidak lupa saya juga harus berterima kasih banyak sama seorang sahabat asli Palembang tapi betah di Jakarta, Abduh Sugiharto (kapan nyusul bro..) yang bela-belain bantu mencarikan contoh aplikasi.

Setelah bolak balik di-edit, and dibantu dengan ide-ide suami (thanks my hubby), aplikasi pun di-submit just two days before due date.

After long waiting, due aplikasi April kalo gak salah, pengumuman hasil seleksi aplikasi dan tes wawancara bulan November, Alhamdulillah, saya menerima email bahwa saya lulus seleksi aplikasi dan berhak ikut wawancara and test IELTS. Another step passed. Alhamdulillah..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar